Minggu, 27 Oktober 2013

BAHASA INDONESIA 1-Tugas 1(Tulisan 2)


Dampak Negatif Pengangguran bagi Pertumbuhan Ekonomi

Menjadi pengangguran bukanlah keinginan seseorang, namun keadaanlah yang terkadang memaksa mereka. Berikut beberapa penyebab terjadinya pengangguran.

1.Penduduk relatif  banyak sedangkan kesepakatan kerja / lapangan kerja relatif rendah
Jumlah penduduk yang cukup tinggi tetapi tidak diimbangai dengan lapangan kerja maka jumlah angkatan kerja tidak semua tertampung dalam dunia kerja.

2.Pendidikan dan ketrampilan yang rendah
Pendidikan dan ketrampilan yang rendah tidak dibutuhkan oleh pihak badan usaha karena dengan pendidikan yang rendah dan keterampilan yang rendah tidak akan meningkatkan produktifitas kerja dan hasil produksi.

3.Teknologi yang semakin maju yang belum terimbangi oleh kemampuan manusia
Teknologi dan kemampuan yang tinggi begitu cepat tidak diimbangi dengan kemammpuan manusia untuk menguasai maka banyak badan usaha hanya menerima yang mampu mengusai teknologi tersebut. Bagi yang tidak menguasai teknologi tersebut akan tersingkir dalam persaingan kerja.

4.Pengusaha yang selalu ingin mengejar keuntungan dengan cara melakukan penghematan seperti penerapan rasionalisasi
Pengusaha hanya menerapkan berfikir rasionalis sehingga tenaga kerja dipaksa untuk bekerja seoptimal mungkin untuk mengejar target. Apabila tenaga kerja tidak bekerja sesuai dengan target maka tenaga kerja tersebut tidak diperlukan lagi.

5.Adanya lapangan kerja yang dipengaruhi oleh musim
Pekerjaan yang dipengaruhi musim dapat menimbulkan penggangguran seperti pertanian, perkebunan. Setelah masa menanam selesai maka banyak tenaga kerja tinggal menunggu hasilnya. Untuk menunggu hasil mereka kebanyakan menganggur dan akan bekerja kembali apabila nanti musim panen telah tiba.

Dampak Pengangguran terhadap perekonomian suatu negara

Tujuan akhir dari pembangunan ekonomi suatu negara pada dasarnya adalah meningkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan dalam keadaan terus meningkat. Jika tingkat pengangguran disuatu negara relatif tinggi, hal ini akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah diimpikan. Hal ini karena pengangguran berdampak negatif terhadap kegiatan perekonomian, dan kestabilan politik, seperti berikut:

1. Pengangguran dapat menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dapat dicapainya. Hal ini terjadi karena pengangguran bisa menyebabkan pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai masyarakat lebih rendah daripada pendapatan potensial (pendapatan yang seharusnya). Sehingga, kemakmuran yang dicapai masyarakatpun lebih rendah.


2. Pengangguran menyebabkan pendapatan negara yang berasal dari sektor pajak khususnya pajak penghasilan akan berkurang. Hal ini terjadi karena pengangguran yang tinggi menyebabkan kegiatan perekonomian menurun sehingga pendapatan masyarakatpun akan menurun. Dengan demikian, pajak yang harus dibayar masyarakatpun akan menurun. Jika penerimaan pajak menurun, dana untuk kegiatan perekonomian pemerintah akan berkurang sehingga kegiatan pembangunan pun akan terus menurun.

3. Pengangguran tidak meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Keberadaan pengangguran menyebabkan daya beli masyarakat berkurang sehinggga permintaan terhadap barang hasil produksi berkurang. Keadaan demikian tidak merangsang kalangan investor untuk melakukan perluasan atau pendirian industri baru. Dengan demikian,tingkat investasi turun sehingga pertumbuhan ekonomi pun tidak meningkat.

4. Pengangguran menambah beban pengeluaran negara. Bagaimanapun juga setiap manusia memerlukan kebutuhan untuk bertahan hidup seperti makan. Namun jika manusia tersebut tidak bekerja dan tidak memiliki pendapatan, mereka tak kan mampu untuk memenuhi kebutuhannya tersebut. Dan untuk memenuhi kebutuhan mereka tersebut, pemerintah menyalurkan beras untuk orang miskin (RASKIN), bantuan tunai langsung (BLT) yang tentunya menambah anggaran negara dan mengurangi pendapatan negara.

5. Penganguran akan menimbulkan ketidak stabilan politik. Pengangguran yang tinggi juga akan menyebabkan ketidakpuasan rakyat sehingga menimbulkan demostrasi, bahkan huru – hara sehingga keadaan politik menjadi tidak setabil.

Tidak pada perokonomian saja pengangguran berdampak, namun pengangguran juga berdampak pada masyarakat. Pengangguran akan menimbulkan ketidaksetabilan sosial. Tingkat pengangguran yang tinggi menggambarkan banyak masyarakat yang kehilngan pendapatan. Namun, mereka tetap dituntut memenuhi kebutuhan hidup diri sendiri dan keluarganya, sehingga mereka akan melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Inilah yang memicu terjadinya pencopetan, perampokan, dan tindak kriminal lainya.

Sumber            :

Analisis           :
Pengangguran semakin banyak di Negara ini. Sehingga sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi dan berdampak negatif bagi perekonomian suatu negara. Agar tidak terlalu banyak pengangguran yang menyebabkan kemiskinan yang lebih banyak lagi, pemerintah dapat mendirikan sektor industri jangan dipusat kota saja karena akan menyebabkan meledaknya penduduk suatu wilayah. Dan tidak terjadi banyak orang yang menganggur diwilayah tersebut dari pada yang memiliki pekerjaan.



BAHASA INDONESIA 1-Tugas 1 (Tulisan 1)


Dampak Sosial Kenaikan Harga BBM

Dalam perspektif apa pun, kenaikan harga BBM selalu mendatangkan cerita buruk. Karena, trend kenaikan BBM selalu memberi effect domino atau mulltiplier effect terhadap berbagai kebutuhan dasar masyarakat. Dampak turunan yang paling besar adalah naiknya harga kebutuhan pokok, diikuti oleh kenaikan tarif dasar listrik (TDL), transportasi, dan harga-harga lainnya.

Memilih menaikkan harga BBM, seperti memakan buah simalakama - tidak makan salah, dan makan pun salah. Jika harga BBM tak dinaikkan, beban negara akan semakin berat, aktivitas pembangunan pun akan terhambat. Rasionalisasi penyehatan atau penyelamatan APBN pun selalu menjadi tameng yang ampuh untuk menaikkan harga BBM.

Sebaliknya, jika harga BBM dinaikkan, APBN akan kuat, lewat pendapatan negara yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang sehat. Namun, hal ini tidak akan berarti apa pun, jika mayoritas masyarakat Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan (terancam dibatasi subsidi). Selain pengangguran menggila, rakyat tidak mendapatkan pelayanan sosial (social service) yang baik, jaminan sosial (social Insurance) berkualitas, akses pendidikan dan kesehatan yang murah dan berkualitas, serta proteksi terhadap sandang-pangan-papan yang memadai.

Kompensasi
Pemerintah memang menyiapkan skema kompensasi berharga dalam RAPBN-P 2012 sebagai alat peredam jika harga BBM dinaikkan. Namun, dari keempat paket kompensasi tersebut hanya beasiswa pendidikan untuk masyarakat miskin saja yang dianggap sebagai program yang agak cerdas.

Selain itu, form kompensasi seperti pembagian bantuan langsung tunai (BLT) yang berubah menjadi bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM), hanyalah program pengulangan yang banyak dikritik masyarakat. Program tersebut sejauh ini dinilai gagal, karena penyalurannya banyak yang tidak tepat pada sasaran masyarakat miskin. Program BLT hanya membuat orang miskin semakin miskin, akibat mentalnya juga dimiskinkan oleh program filantropi dadakan.

Dana jangka pendek BLT yang berbentuk charity program hanyalah menjerat orang miskin dalam kemalasan pasif, hingga kemiskinan absolut (poverty of absolute) akan menjadi budaya terus menerus. Walaupun hasil survey LSI tentang BBM, BLT, dan efek elektoral, baru-baru ini menunjukan bahwa sebanyak 69,64 persen atau 440 responden di seluruh Indonesia menyukai BLT, namun program ini tidak harus dikapitalisasikan sebagai pemadam kebakaran secara jangka panjang, karena berpotensi dipolitisasikan.

Kompensasi berikutnya dalam bentuk subsidi untuk transportasi agar sektor ini tidak terlalu terpukul dengan kenaikan harga BBM, hanya menguntungkan para pengusaha angkutan itu sendiri. Pasalnya, subsidi angkutan yang dilakukan oleh pemerintah hanya tertuju pada suku cadang kendaraan dan pajak kendaraan, bukan subsidi bahan bakar minyak, yang selama ini menjadi alasan para sopir angkutan untuk meminta menaikan tarif angkutan.
Bukankah yang menjadi instrumen utama penggerak mobil angkutan adalah BBM yang harganya sepenuhnya ditanggung oleh para sopir angkutan, dan bukan para pengusaha angkutan yang bermain pada suku cadang mobil? Jika harga BBM naik, maka otomatis pengeluaran sopir angkutan untuk memenuhi kebutuhan BBM (bensin dan solar) juga meningkat. Praktis pendapatan mereka harus berkurang, karena telah dipotong untuk mengisi tangki kendaraan, ditambah sharing income dengan bos pemilik mobil angkutan, yang besarannya sudah pasti lebih besar untuk si pemilik.

Itulah sebabnya, subsidi suku cadang dan pajak kendaraan tidaklah menyentuh aspek substantif peningkatan beban transportasi dalam kenaikan BBM. Malah membebani para sopir angkutan, dengan beban setoran yang baru. Seharusnya pemerintah melakukan subsidi khusus untuk mobil angkutan, dengan cara mensubsidi silang pendapatan pembelian BBM dari mobil pribadi ke harga BBM mobil angkutan, dengan kontrol yang ketat. Sehingga fair, dan tak ada lagi keluhan tentang pengguna BBM bersubsidi adalah 70% orang kaya pemilik mobil pribadi.

Tentang subsidi untuk meningkatkan jumlah beras untuk orang miskin (raskin), adalah format bantuan yang terkesan akal-akalan. Pasalnya, penyebab kenaikan harga beras di pasaran disebabkan turunnya produksi beras dari para petani, lahan pertanian yang semakin sempit, dan infrastruktur pertanian yang tidak memadai, serta kurangnya keberpihakan pemerintah pada petani dalam bentuk kebijakan. Petani selalu merugi dengan kebijakan impor beras yang selama ini terus-menerus dilakukan oleh pemerintah sehingga mematikan produksi pertanian nasional.

Nah, yang harus disubsidi bukanlah rakyat miskin untuk mendapatkan beras, namun petanilah yang harus disubsidi dalam bentuk kebijakan peningkatan produksi pertanian, pengurangan impor, pembangunan infrastruktur, dan proteksi harga gabah di pasaran. Sehingga, terjadi surplus produksi beras nasional dengan harga yang terjangkau, dan semua rakyat bisa merasakannya. Bukannya meningkatkan pasokan beras kepada rakyat miskin yang ujung-ujungnya berasal dari beras impor, dan menguntungkan pengusaha importer beras.

Paket subsidi terakhir dengan format peningkatan pemberian beasiswa bagi rakyat miskin, lebih baik dialokasikan untuk memperbaiki ratusan sekolah yang rusak di Tanah Air dan membangun sekolah murah dan berkualitas. Sebab, membangun sekolah-sekolah baru yang murah, berkualitas, akan memudahkan para anak jalanan yang miskin dan kurang mampu memiliki kesempatan yang sama dalam bersekolah.

Oleh karena itu, paket kompensasi kenaikan harga BBM jangan sampai menimbulkan dampak sosial yang baru di tengah masyarakat. Subsidi harus terus dilakukan, dengan program yang cerdas, tepat sasaran dan berjangka panjang. ***

Sumber            :
Analisis           :
Saya setuju dengan artikel ini, karena dampak yang sangat dirasakan adalah rakyak miskin, seperti pepatah yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Mengapa demikian ?. karna dengan kenaikan BBM ini sudah pasti harga komoditi pasar meningkat, sedangkan orang miskin dengan kebutuhan hidupnya sangat terbatas sekali bahkan tidak tercukupi, apalagi dengan adanya kenaikan harga BBM. Walaupun pemerintah menggalakan BLSM atau BLT. Banyak sekali orang kaya yang mengambil hak orang miskin, dan tidak sedikit pun menyesali perbuatannya. Mobil-mobil mewah serta mobil pejabat pun tidak malu mengisi bahan bakar nya yang disubsidi pemerintah yang seharusnya itu bukan hak dia.
Pemerintah juga harus meminimalkan kebijakan import pangan yang berlebihan. Kita adalah negara agraris, mampu mengelola kebutuhan pangan masyarakat diIndonesia. Harus diberi sanksi tegas pimpinan-pimpinan yang memakan uang rakyat. Beras, sayuran ataupun lauk pauk yang dihasilkan oleh petani lokal tidak kalah murahnya kalau para distribusinya tidak menekan keuntungan yang banyak. Kita memang kalah dalam bidang industri maka dari itu makanan yang dihasilkan oleh petani lokal menjadi mahal, tetapi kalau kita tidak import sama saja kita membantu mereka dalam penghasilan pekerjaan.  


TUGAS 2 - Bahasa Indonesia 1


Kualitas karya tulis ditentukan oleh beberapa  aspek, yaitu :
a.       Topik yang menarik
Dalam menentukan topik kita harus berfikir lebih kritis agar memperoleh topik yang sangat menarik agar disukai oleh para pembaca. Dengan melihat judulnya saja kita dapat dibuat penasaran dari isi karya tulisan tersebut. Sehingga banyak orang yang ingin membacanya serta menjadi acuan bagi pembacanya.

b.      Mudah dipahami oleh pembaca
Penulisan karya ilmiah harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh semua khalayak pembaca. Sehingga tidak memandang umur ataupun status pendidikan yang dapat memahami atau mengerti maksud dari isi karya tulis tersebut. Dan tidak ada kata atau kalimat yang rancu dibacanya dengan bahasa yang kita tidak mengerti tersebut. 

TUGAS 1-Bahasa Indonesia 1


1.      Bahasa Yang Baik
            Merupakan Penggunaan bahasa sesuai dengan situasi dan kondisi pembicaraan atau sesuai dengan sasaran kepada siapa bahasa tersebut di sampaikan. Hal ini harus disesuaikan dengan unsur umur, agama, status sosial, lingkungan sosial, dan sudut pandang khalayak sasaran kita.
Contoh            :
Pada saat kita sedang berbicara dengan yang lebih tua pasti menggunakan kata yang lebih sopan dibandingkan berbicara dengan teman sebaya. Begitu juga dalam situasi tempat yang sedang kita hadapin, seperti pada saat dikantor atau bertemu dengan orang-orang besar (direktur, manager, rektor, dosen, dsb) kita harus menggunakan kata baku dalam pembicaraan nya. Dalam berpidato pun sebaik mungkin kita menggunakan kata-kata yang sopan.
Bahasa yang Benar
            Bahasa yang benar berkaitan dengan aspek kaidah-kaidah ketatabahasaan yang berlaku, yaitu peraturan bahasa (tata bahasa, pilihan kata, tanda baca, dan ejaan) atau EYD.
Contoh                        :
Pada saat penulisan nama orang atau nama gelar seseorang harus tepat dan benar. Seperti :
v  Anton supriyadi  :  Anton Supriyadi  (untuk awal huruf  harus kapital).
v  Bento binti Suratman :  Bento Bin Suratman (kalau cowo penulisan nya Bin bukan Binti, karena kalau Binti untuk wali perempuan). 
v  RENNY, DR. SE., MM (penggunaan nama gelar, titik, dan koma harus benar).

2.      Contoh fungsi bahasa sebagai alat komunikasi
Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu berinteraksi dengan komunikasi untuk menyampaikan apa yang kita rasakan atau yang ingin kita sampaikan kepada lawan bicara.
Contoh            :
Ø  Dalam melakukan transaksi jual beli barang/jasa, kita memerlukan komunikasi yang baik agar terjadi kesepakatan harga oleh kedua belah pihak.
Ø  Dalam pergaulan kita juga dapat berkomunikasi dengan khalayak orang. Baik  teman sebaya atau orang yang lebih tua untuk memperoleh informasi yang kita tidak pernah tahu sebelumnya.